2 "Kasih Allah adalah kasih yang paling kuat yang pernah ada. Itu adalah ikatan yang menarik kita kepada Tuhan dan memotivasi kita untuk melayani Dia dengan sukses. - Regina Clarinda. 3. "Akan selalu ada seseorang yang hendak menyakitimu, merendahkanmu, menggosipkanmu, meremehkan pencapaianmu, dan menilai jiwamu. Shalomsdra-sdraku subscribe ya sdra-sdraku dan like serta share dan juga aktifkan notifikasi loncengnya agar tidak ketinggalan dengan Kasihyang tidak didasarkan pada prinsip keadilan, tetapi kasih yang didasarkan pada sikap Allah sendiri yaitu : murah hati Kasih itu bukan membalas perbuatan baik orang lain kepada kita tetapi memberi kebaikan hati kita kepada orang lain. Kasih ini menjadi karakter murid-murid Kristus. Kasih tanpa batas ini dilatihkan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Ilustrasikristiani, membaca Alkitab. (Photo by Rod Long on Unsplash) 1. "Jangan biarkan hatimu gelisah. Percaya kepada Tuhan; percayakan juga pada-Ku." Yesus Kristus 2. "Kasih Allah adalah kasih Unduhilustrasi vektor Ilustrasi Vektor Ikon Simbol Tak Terbatas Simbol Tak Terbatas Dan Tak Terbatas Tanda Tangan ini sekarang. Dan cari lebih banyak seni vektor bebas royalti yang menampilkan Abu-abu grafik yang tersedia untuk diunduh dengan cepat dan mudah di perpustakaan iStock. Tuliskansebuah ilustrasi tentang kasih yang tidak terbatas - 34553503 bimbimyam bimbimyam 14.10.2020 Bahasa lain Wanita tua itu tak lain adalah ibu sang pemuda yang akan dihukum!!! Akhirnya, pemuda tersebut dibebaskan dari hukumannya karena lonceng tersebut tidak juga berbunyi, sesuai dengan peraturan yang ada. Begitu besarnya cinta Ibu A BAHASA A.1. Dalam Bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani ada empat kata yang artinya sama-sama mengasihi, tetapi dalam lingkup yang berbeda. Kata benda στοργη - STORGÊ dengan kata kerjanya STERGEIN berarti kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan begitu juga sebaliknya.; Kata EROS dari kata Yunani, yang kita terjemahkan EROS, artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang 79JX9G. KASIH TANPA BATAS Renungan harian Youth, Jumat 24 Desember 2021 Syalom teman-teman Elohim Youth! Salam sehat dan semangat selalu untuk kita semua yang dikasihi Tuhan. Semoga kita selalu ingat bahwa Tuhan mengasihi kita dengan kaih yang abadi dan tak terbatas bagi kita. Sebab kalau kita berbicara tentang kasih Allah, kita semua pasti sepakat bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari apa yang telah Allah berikan; bahkan tidak ada seorang pun manusia di dunia ini yang dapat memberikan kasih yang seperti Tuhan telah berikan bagi kita. Lalu mengapa Kasih Allah itu tidak terbatas? Yeremia 313, Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Allah Bapa telah berinisiatif untuk menyelamatkan kita dari dosa dengan memberikan anak-Nya yang tunggal bagi kita. Segala yang Bapa di Sorga lakukan selalu dilandasi oleh kasih-Nya yang tanpa batas kepada kita. Kasih yang kekal, tiada batasnya dan abadi. Kasih ini membawa setiap manusia yang telah menerimanya kepada sukacita abadi karena telah memperoleh anugerah yang besar dari Allah Bapa; dan yang membuat kasih ini istimewa adalah bahwa tidak ada satu pun manusia yang dapat memisahkan kita dari kasih ini. Yohanes 316, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Tidak pernah ada suatu waktu di dalam seluruh kekekalan di mana kita tidak dikasih oleh Bapa. – Jack Winters Kasih Bapa yang tak terbatas itu sudah ada sebelumnya dan akan terus ada. Kita tidak bisa melakukan apapun agar Tuhan mengasihi kita melebihi apa yang telah IA lakukan, dan kita juga tidak bisa melakukan apapun agar Tuhan mengurangi kasih-Nya kepada kita. Memang sulit bagi kita untuk memahami dan mengerti kasih yang tak terbatas itu. Efesus 318-19, Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Di dalam pikiran, kita mengetahui bahwa Bapa mengasihi kita, namun IA ingin agar pewahyuan tentang kasih-Nya ini meresap dalam setiap akspek kehidupan kita. Kasih adalah untuk dialami, bukan hanya sekedar pemahaman intelektual. Apabila kita tidak pernah merasakan kasih dari orang di sekitar kita, maka hidup akan terasa kosong. Pelukan dari orang yang kita kasihi akan terasa indah. Perkataan yang baik maupun pandangan kasih dari seseorang pun akan terasa indah. Mari kita Mengasihi Tanpa Batas Tindak lanjut dari Kasih yang telah kita terima adalah dengan melanjutkan kasih. Mengapa memakai kata “melanjutkan?” mengacu pada apa yang Allah katakana bahwa, Ia akan melanjutkan kasih setia-Nya kepada kita sehingga kita mengerti bahwa pada dasarnya manusia tidak dapat membalas segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita. Kita hanya dapat menjadi alat kepanjangan Tuhan supaya orang lain mengalami kasih yang sama yang telah kita terima. Kasih ini adalah kasih yang memberi dan tanpa batas. Kasih yang tidak didasarkan pada prinsip keadilan, tetapi kasih yang didasarkan pada sikap Allah sendiri yaitu Murah Hati. Kasih itu bukan membalas perbuatan baik orang lain kepada kita tetapi memberi kebaikan hati kita kepada orang lain. Kasih ini menjadi karakter murid-murid Kristus. Memang membalas kasih atau menuntut balasan atas kasih adalah wajar, tetapi bagi murid Kristus, kasih itu lahir dari diri dan mengalir kepada semua orang tanpa kecuali dan tanpa memandang balasannya. Jika kita masih menggunakan prinsip keadilan balas jasa, kita akan lelah untuk mengasihi dan dikuasai oleh kejengkelan dan bahkan kebencian. Kisah sederhana tentang kasih tanpa batas Seorang anak bertanya kepada seorang kakek yang mengunjungi istrinya yang terkena alzeimer dan tidak mengingatnya lagi “mengapa anda seiap hari mengunjungi nenek yang sudah tidak mengenal anda lagi? Beliau juga tidak akan tahu apabila anda tidak mengunjunginya. Kemudian kakek itu menjawab anak itu seperti ini “Ia memang tidak mengingat saya, tetapi saya mengingatnya dan mengasihinya.” Tanpa tindakan nyata, segala pembicaraan tentang kasih menjadi omong kosong belaka. Kasih lebih dari sekadar tindakan, lebih dari sekadar keinginan-keinginan berbuat baik yang hanya bertahan sebentar. Tidak pernah ada perubahan dalam kasih Tuhan yang kekal untuk kita semua. Mazmur 14513, Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Komitmen kita Mari kita menjadi kepanjangan tangan Tuhan dengan melanjutkan kasih setia Tuhan kepada orang lain dan terus hidup di dalam kasih Allah yang sempurna. AminTuhan Yesus Memberkati RM – TVP Post Views 706 Kehidupan tak hanya berisi hal-hal menyenangkan yang sesuai bahkan melebihi ekspektasi. Terkadang kehidupan menguji kita sampai di titik terendah dengan berbagai kepahitannya. Seperti perginya orang terdekat, pengkhianatan, dan peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan kita sungguh-sungguh dalam mengatasi kepahitan-kepahitan tersebut? Ataukah selama ini kita hanya berusaha menekannya sehingga seolah-olah kita baik-baik saja? Hati-hati, kepahitan hidup yang tidak mendapatkan penanganan tepat akan berakibat seperti di bawah Selalu merasa sedih dan marahilustrasi kemarahan FringJangan biarkan kepahitan yang pernah terjadi mengambil seluruh jatah kebahagiaan kita. Apa pun yang dahulu begitu mengecewakan, sekarang kita berhak untuk hidup bahagia dan ceria. Sampai kapan kita akan disandera oleh kesedihan serta amarah?Kedua hal tersebut adalah jejak luka dari kepahitan di masa silam. Mari menghapusnya sedikit demi sedikit dan menjadi pribadi yang penuh kasih sayang. Baik sayang pada diri sendiri maupun orang lain akan membuat hidup kita lebih Iri pada kebahagiaan orang lainilustrasi kesedihan AtthanitiKetika kita terlalu fokus pada kepahitan dalam kehidupan sendiri, kita mengira hal seperti itu tak menimpa orang lain. Padahal, semua orang memiliki kisah pahitnya masing-masing. Kita tidak perlu mengetahui seluruh detailnya hanya untuk membenci setiap hal yang tampaknya membuat orang lain bahagia. Kita lupa bahwa sejatinya kita juga punya kesempatan yang sama buat berbahagia. Adanya sejumlah kepahitan hidup hendaknya tak membuat kedua mata kita tertutup dari sisi lain kehidupan yang indah. Baca Juga 5 Cara Berdamai dengan Luka Batin, Berhenti Menyalahkan Diri 3. Suka menghakimi orang lainilustrasi seorang pria Patrick Kesukaan menghakimi orang lain sejatinya menunjukkan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Namun, kita mengarahkan rasa tidak puas itu seolah-olah pada orang lain. Ini mirip dengan orang yang gak mengakui kesalahannya bakal sibuk menuding siapa demikian memperburuk hubungan kita dengan orang-orang yang dihakimi. Kita menjadi makin tidak bahagia lantaran terkucil dari pergaulan. Kepahitan hidup mesti diterima serta dicarikan solusinya supaya kita merasa puas pada diri sendiri dan berhenti menghakimi orang Tidak bisa fokus pada masa kini dan masa depanilustrasi konsentrasi yang kacau LachMeski kepahitan hidup itu telah terjadi di waktu lampau, kita gak pernah bisa move on. Tahun demi tahun berganti, tetapi sesungguhnya kita masih terjebak di waktu ketika suatu kepahitan menimpa. Dampaknya, kita kehilangan konsentrasi untuk menikmati hari ini serta merencanakan dan mengupayakan masa ini akan menimbulkan bahaya lain, yaitu makin terpuruknya kehidupan kita. Satu kepahitan hidup yang tak ditangani sampai tuntas mampu memberikan efek buruk untuk waktu yang tidak terbatas. Semua usaha yang coba dilakukan guna membangun kehidupan yang berkualitas cuma Dendam dan putus asailustrasi kesedihan KDendam satu tingkat di atas marah. Orang yang marah belum tentu mendendam. Akan tetapi, di balik dendam pasti ada kemarahan yang luar marah saja sudah membuat hidup kita jauh dari damai, apalagi mendendam. Jangan sampai kita berbuat di luar kendali yang akan menciptakan penyesalan besar seumur hidup. Rasa dendam ini juga bisa berganti-ganti dengan sisi, kita begitu marah. Di sisi lain, kita tahu tidak boleh menuntut balas atau bahkan tak mengerti pada siapa harus membalasnya. Kebingungan tentang apa yang mesti dilakukan akan membuat kita lelah dan putus asa dalam menjalani tiga hal penting untuk hidup yang nyaman yaitu berdamai dengan diri sendiri, orang lain, serta kepahitan-kepahitan dalam hidup. Apabila kita tidak mampu menetralkan hati atas kepahitan yang pernah dialami, kita akan membenci diri sendiri dan semua orang. Baca Juga 5 Nasihat untuk Hidup dengan Mindfulness, Bangkitkan Kesadaranmu! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Ilustrasi Khotbah Seorang pemuda hanya tertunduk lesu, memandang tiang gantungan yang menanti di hadapannya. Andaikan ia tahu akan berakhir begini, tentu tidak akan sekarang … sudah terlambat. Seorang petugas mengikatnya dengan tali dan mempersiapkannya untuk digantung. Sambil menuju tiang gantungan, terlintas di pikirannya, ibunya yang juga satu-satunya keluarganya yang tinggal, sedang menangisinya. Kini hanya tinggal menunggu lonceng. Ya, tinggal menunggu sedentang lonceng dan ia akan meninggalkan dunia fana ini untuk selama-lamanya. Peraturannya saat itu, hukuman gantung dilaksanakan setelah lonceng besar berbunyi. Ia sudah pasrah dan menunggu ajalnya. Saat itu pukul 11 siang hari. Ditunggunya satu jam … dua jam … lonceng tidak juga berbunyi hingga pukul 2 siang. “Akh, berarti kematianku sudah sangat dekat?” pikir si pemuda. Tapi lonceng tidak juga berdentang hingga pukul 5 sore. Lonceng itu memang bergerak sejak siang, namun ternyata bukan bunyi yang dikeluarkannya, melainkan tetesan darah !!! Di tengah-tengah lonceng besar tersebut, ternyata ada seorang wanita tua yang menjepit bola di dalam lonceng hingga tidak terdengar bunyinya. Saat lonceng tersebut dipukul, wanita ini menjepitkan dirinya di dalam lonceng besar itu. Wanita tua itu tak lain adalah ibu sang pemuda yang akan dihukum!!! Akhirnya, pemuda tersebut dibebaskan dari hukumannya karena lonceng tersebut tidak juga berbunyi, sesuai dengan peraturan yang ada. Begitu besarnya cinta Ibu itu terhadap anaknya, hingga dia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan anak yang dikasihinya. Ibu itu melambangkan Tuhan kita, Yesus Kristus yang telah rela membayar harga yang seharusnya menjadi tanggungan kita, dengan mati di kayu salib, agar kita diselamatkan. Seharusnya, kitalah yang sepatutnya digantung, kitalah yang sepatutnya disalib! Namun cinta Tuhan amat besar bagi kita, Cintanya tiada batasnya bagi kita anak-anak Nya. Yohanes 316. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal? Yohanes 49. “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Roma 839. “Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Kasih anak sepanjang penggalah … Kasih ibu sepanjang abad … Kasih Tuhan sepanjang masa. “Ahh, kasih lagi, kasih lagi!” Demikian kira-kira sebuah respon yang diungkapkan oleh seorang anggota jemaat tatkala mendengarkan kotbah tentang mengasihi, dalam kebaktian yang dihadirinya. Apa yang ada di balik ungkapannya itu? Tentu bisa aneka macam, bisa karena bosan, bisa karena ia kecewa, kesal atau hal-hal lain. Tidak perlu dinilai negatif ungkapan itu, biasa saja. Aneka sebab di balik ungkapan tersebut, entah bosan, kecewa, kesal atau hal lainnya, semuanya menunjukkan betapa terbatasnya kita sebagai manusia. Kita, manusia adalah mahkluk yang bisa bosan, kecewa, atau kesal bukan? Sebagai manusia yang terbatas, mungkinkah kita, mengasihi tanpa batas? Adalah fakta yang sering kita jumpai bahwa dengan alasan kita adalah manusia yang terbatas, kita sering mendirikan batas-batas bagi perbuatan baik kita. Mungkinkah kita berbuat baik secara terus menerus kepada orang yang sama? Bukankah acapkali kita sering merasa bosan, dan berhenti membantu jika orang yang kita beri bantuan tersebut ternyata tidak cukup sekali, dua kali atau tiga kali meminta untuk dibantu? Bukankah, banyak orang juga kemudian akan menjadi marah dan berhenti untuk memaafkan, jika ternyata ia merasa dikhianati, ditipu, atau dicurangi oleh seseorang dan berkali-kali? Jika untuk berbuat baik bagi mereka yang sekeluarga saja sulit, bukankah wajar jika banyak orang juga amat sulit untuk berbagi kebaikan bagi orang-orang yang berbeda golongan, agama, atau suku dengannya? Karena itu, mengasihi tanpa batas mungkin akan terlalu sulit jika tidak bisa dibilang mustahil bukan? Namun jangan juga terlalu terburu-buru untuk menyimpulkan demikian. Tatkala Alkitab membicarakan soal mengasihi, pertama dan terutama sesungguhnya ia berbicara tentang Allah sendiri. Allah adalah kasih, dimikian dicatat dalam surat 1 Yohanes 48. Allah mengasihi kita, manusia dengan takterbatas. Karena kasih-Nya yang takterbatas itu, maka Ia berbuat baik kepada siapa saja, bahkan yang tidak layak menerima sekalipun. Ia mengampuni kita dan menerima kita bahkan tatkala kita sendiri tidak memiliki keberaniaan untuk memintanya. Ia laksana seorang bapa dalam cerita perumpamaan anak yang hilang seperti dicatat oleh Lukas 1511-32. Bapa yang berlari-lari menjemput anaknya yang melarat dan merasa tidak layak lagi untuk pulang. Puncak dari cinta kasih Allah adalah tatkala Ia merelakan, Yesus Kristus- Putra Tunggal-Nya disalibkan untuk menanggung dosa dunia. Alkitab mengisahkan dan mewartakan uluran tangan kasih Allah yang mengharukan karena mengasihi manusia tanpa batas itu. Allah itulah kasih yang tanpa batas! Jika dalam Yohanes 1334,Tuhan Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk mengasihi, Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk menggunakan kasih dari Allah yang sering disebut dengan agape, bukan dari manusia. Kasih manusia amat terbatas bahkan menuntut syarat-syarat, sementara kasih Allah takterbatas dan tanpa syarat. Jadi, jika kita berusaha memenuhi perintah Kristus dengan kasih manusia, maka hal itu adalah sulit bahkan mustahil, karena itu jangan menggunakan kasih manusia melainkan gunakanlah kasih Allah. Bukankah sebagai murid-murid Kristus, kita semua sudah menerima cinta kasih Allah? Jika kita sudah menerima, bukankah kita telah memilikinya? Marilah kita berusaha membagikannya, karena kita hanya bisa memberi dari apa yang kita miliki. Penulis Pdt. David Sudarto GKI Gunung Sahari Ilustrasi woodams SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat. View all posts

ilustrasi tentang kasih yang tak terbatas